Di sebuah wilayah, ada seorang raja yang kejam dan sewenang-wenang terhadap rakyatnya. Suatu hari, sang raja jatuh sakit. Semua dokter didatangkan, namun tidak ada yang sanggup mengobatinya. Mereka hanya menganjurkan agar sang raja mengonsumsi sejenis ikan yang langka keberadaannya.
Kemudian sang raja memerintahkan bala tentara dan rakyatnya untuk mencari ikan tersebut. Walaupun keberadaannya langka tapi ikan itu bisa ditemukan. Lalu ikan itu diserahkan kepada sang raja untuk dikonsumsi sebagai obat bagi sakitnya. Akhirnya, sang raja kejam itu sembuh dari sakitnya.
Di wilayah lainnya, ada seorang raja yang bijak dan peduli terhadap nasib rakyatnya. Suatu hari, sang raja jatuh sakit. Semua dokter didatangkan, namun tidak ada yang sanggup mengobatinya. Mereka hanya menganjurkan agar sang raja mengonsumsi sejenis ikan yang sedang banyak keberadaannya.
Kemudian sang raja memerintahkan bala tentara dan rakyatnya untuk mencari ikan tersebut. Setelah dicari-cari ke semua tempat, ikan itu tidak bisa ditemukan. Akhirnya, sang raja bijak itu meninggal dunia.
Seorang ulama ditanya, dimana Keadilan Allah? Kenapa raja yang kejam bisa sembuh dari sakitnya, sedangkan raja yang bijak tak terselamatkan nyawanya?
Kemudian sang ulama menjawab :
Sang raja kejam pernah melakukan suatu kebaikan, dan balasan kebaikan itulah yang menyembuhkan sakitnya. Adapun sang raja bijak pernah melakukan suatu dosa, dan saat sakit hingga menjemput ajal itulah yang menghapus dosanya.
Sang raja kejam akan menanggung dosa-dosanya di akhirat, sedangkan sang raja bijak akan menuai pahala-pahalanya di akhirat. Wallahu A’lam
ADS HERE !!!